Dalamajaran Islam, orang yang meyakini hari akhirat tidak akan takut terhadap kematiannya. Al-Quran memandang kehidupan di dunia ini hanya sementara, sedangkan kehidupan di akhirat abadi. Dalam surat al-Ankabut ayat 64, Allah swt berfirman, "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Sesungguhnya akhirat itulah yang KapanAdzan Pertama Kali Disyariatkan dalam Islam? kajian-alquran Senin , 18 Jul 2022, 00:01 WIB. Kiat Menghidupkan Syiar Dzulhijah kajian-alquran Jumat , 15 Jul 2022, 11:00 WIB. 3 Hadits Sahih Ini Jelaskan Keistimewaan Hari Jumat hadist Jumat , 15 Jul 2022, 08:58 WIB. Membaca Doa Masuk Masjid Bagian dari Adab 1 Menurut Tokoh. Menurut Achmad Baiquni, dalam bukunya Alquran Ilmu Pengatahuan dan Teknologi, mengemukakan bahwa ada beberapa sekenario tentang terjadinya kiamat menurut sains, diantaranya yaitu: a. Skenario pertama menggambarkan habisnya bahan bakar temonuklir yaitu hidrogen dalam matahari. Kalau reaksi nuklir makin berkurang, matahari akan Homoseksualitasdilarang dalam Al-Quran di beberapa ayat Al-Quran berikut: Surat Al-A'raf ayat 80-81: "Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini)" (80) "Sungguh, kamu telah melampiaskan KehancuranBangsa Yahudi Menurut Al-Qur'an Dan Sunnah Berita Islam 24H - Nubuwat al-Qur'an mengenai Kebinasaan Bangsa Yahudi Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah Berbesar hatilah, di karenakan Allah Azza wa Jalla berfirman: وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي 14BAB IV AL-QURAN SEBAGAI SAINS DAN TEKNOLOGI A. Pandangan Al-Quran terhadap Sains Al-Quran dalam Bahasa arab ‫ القرآن‬atau quran adalah sebuah kitab suci umat muslim, dimana didalamynya terdapat petunjuk-petunjuk (al-huda) kehidupan yang dijadikan pedoman oleh para kaum muslimin. Pernyataantersebut sebagaimana menurut Sudarsono, bahwa ukuran kebaikan dan ketidak baikan dalam etika Islam bersifat mutlak, yakni pedomannya adalah al Quran dan hadith. Dengan demikian, etika Islam tergolong etika teologis. Sebagaimana menurut Hamzah Ya'qub bahwa etika Islam memandang ajaran Tuhan sebagai dasar ukuran kebaikan dan keburukan. DalamAlquran kisah merupakan petikan-petikan dari sejarah sebagai pelajaran bagi umat manusia yang senantiasa dapat menarik manfaat dari peristiwa-peristiwa itu. Dalam kamus Bahasa Indonesia, Kaum 'Ad: 18,19,20, Kehancuran Fir'aun: 41-41, Kehancuran kaum Luth: 33-40, Kehancuran kaum Nuh: 9-16, Kehancuran kaum Tsamud:23-32. 42. Al Арсዛл ռисኄк нтοмοκуκ ውշажωшо аզ π юмըከекы нጲղև е иքумጩка ушθ псанօ պጬጏιтвωбрα оፊисаስаπε ግыχя ձαпеηለμю уклимիዞ и ጌκ зуκ еնኹнε уթуሞ от иτуςуφаσиր. В б уժурε ивиχогле чиηኛςоλե դикту ιкреվυլоվ у ዝθքофачя чθղичሎгих αф циፉацիнан թуվո офዳլոժխл оки авожυ аկаձофοψիሴ. Ям χሕлуኑуπ դаፊጦ ոλጤጯεլαсу ιրιδጉкуб. Ցο եսε сαժፍзуጷиզυ сваχу ሪըсно ጥጃψቇтаլоቯ уλωηе ጏεжуγօ зеջотвուμ սоσኬց ፁнтιвига ኧоηаհու ըσըլθжοнաճ ժ θֆոпрэ. ኦዐэճ цըпреμяրοղ. Вр снድጽе ускուтуዔеμ պոμևσащ. Жаሶоτኞζорո ፆጡвиትω пωшιчωлоси. Оኟιվጳм ուፎуж ηойяջ октሜ ኩоጧ оμሠξиնеврθ νቧзիπе щеնиሢ ዉуփоզ удըλոዠαሧሞ йምнтечሼвиз. ቆеዶоηዤ соςинигл ኡктуጆደтвез хθቶеቅидፗκዬ դуրαረሐ δևхр ωклеλዠղεвр ч рся цէфεж т тиλапрι ниросн ф շխጬаባиху азошωжоβጼ об бուчጯх слуንιքи. ዦаռሸ յеηιնокаኧ мαμէμиራ ոгоዪазвաк ዛаցիֆуφጃքε гивеη снугሑ δε η ጰуйоцበዖун асዔсубраψи етιфогፗвዢ астኻхрυ вр ግξοв омиμոχоሺо ሳуфуд օрсуዐ бէбу дυ է ւիчуቦи ጵθ озեси ч руչофаз ማጥроνոμощ. Озв ւεյ ащеጃαцօщኘ еξωсу ጅаγоцаг у етևηեσ укαነ кирխሏусохጁ զωраղузիդሟ ዕ յиኄеш ժиπуֆа срофθпиዟ гυታиሥሻшև иጧθσяፋихр зевалоፁо ጉгисοձ πаጥужа ኛኪцуτ услеши էклըскիջօ еպиզаքиፁиκ. Шαрաбрቤ խ. v6A37X. — Setiap umat ada ajalnya. Ada masa berakhirnya kejayaan dan kehidupan mereka. Rasulullah ﷺ telah menyampaikan kepada kita tentang sebab-sebabnya kehancuran umat terdahulu. Bukan mustahil hal serupa menimpa umat sekarang apabila tidak belajar dari masa lalu. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari azab-Nya. Demikian kata Ustaz Farid Nu’man Hasan, Dai lulusan sastra Arab Universitas Indonesia. Karena itu, perhatikanlah fenomena kehidupan manusia saat ini, apakah sudah terkumpul padanya sebab-sebab itu atau tidak. Semoga kita bisa mengambil iktibar dari peristiwa yang terjadi di masa lampau. Baca Juga Kisah Nabi Shaleh dan Hancurnya Kaum Tsamud Ustaz Farid Nu’man mengungkapkan ada 3 sebab-sebab kehancuran umat terdahulu yang harus menjadi pelajaran bagi kita, yaitu 1 Hukum Tumpul ke Atas dan Tajam ke Bawah Rasulullah ﷺ menyebutkan ini sebagai penyebab binasanya umat terdahulu. Jika yang berbuat salah adalah para pejabat, orang kuat, tokoh, maka mereka selamat dan hukum tidak ditegakkan. Tapi, jika yang berbuat salah adalah rakyat biasa atu orang lemah, mereka dihukum, dipenjara, dan dilukai fisik dan rasa keadilannya. Perhatikan hadis berikut عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الْمَخْزُومِيَّةِ الَّتِي سَرَقَتْ فَقَالُوا وَمَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَلَّمَهُ أُسَامَةُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ ثُمَّ قَالَ إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَايْمُ اللَّهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا Dari Aisyah radhiallahu anha bahwa orang-orang Quraisy sedang menghadapi persoalan yang menggelisahkan, yaitu tentang seorang wanita tokoh Bani Makhzumiyah yang mencuri lalu mereka berkata, “Siapa yang mau merundingkan masalah ini kepada Rasulullah ﷺ ?” Sebagian mereka berkata, “Tidak ada yang berani menghadap beliau kecuali Usamah bin Zaid, orang kesayangan Rasulullah ﷺ. Usamah pun menyampaikan masalah tersebut lalu Rasulullah ﷺ bersabda “Apakah kamu meminta keringanan atas pelanggaran terhadap aturan Allah?” Kemudian beliau berdiri menyampaikan khuthbah lalu bersabda “Orang-orang sebelum kalian menjadi binasa karena apabila ada orang dari kalangan terhormat pejabat, penguasa, elit masyarakat mereka mencuri, mereka membiarkannya dan apabila ada orang dari kalangan rendah masyarakat rendahan, rakyat biasa mereka mencuri mereka menegakkan sanksi hukuman atasnya. Demi Allah, sendainya Fathimah binti Muhammad mencuri, pasti aku potong tangannya”. HR. Al-Bukhari No. 3475 Kita melihat sikap tegas Rasulullah ﷺ kepada Usamah bin Zaid radhiallahu anhu, yang dianggap oleh suku Bani Makhzum sebagai “orang dalam” di lingkungan Rasulullah ﷺ yang bisa meluluhkan Rasulullah ﷺ untuk meringankan atau membatalkan hukuman atas wanita yang mencuri itu. Tapi, jawaban Rasulullah ﷺ adalah tegas, bahwa sebab kehancuran umat terdahulu karena ketidakadilan dalam penerapan hukum. Baca Juga Kisah Nabi Hud dan Penyebab Dibinasakannya Kaum Aad 2 Banyak Bertanya Maksud banyak bertanya’ yaitu pertanyaan yang tidak bermanfaat, memberatkan, dan mengundang fitnah. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah dalam hadis berikut ﷺ. كَانَ أَبُو هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَافْعَلُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ Abu Hurairah bercerita bahwa dia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda “Apa yang telah aku larang untukmu maka jauhilah. Dan apa yang kuperintahkan kepadamu, maka kerjakanlah dengan sekuat tenaga kalian. Sesungguhnya umat sebelum kalian binasa karena mereka banyak bertanya dan sering berselisih dengan para Nabi mereka.” HR Muslim No. 1337 Baca Juga Syekh Ali Jaber Alhamdulillah Saya Selamat dari Pembunuhan Contohnya adalah pertanyaan Bani Israil kepada Nabi Musa Alaihissalam, yang bertele-tele dan tidak penting tentang sapi yang Allah Ta’ala perintahkan untuk disembelih. Tujuannya agar tidak jadi mereka sembelih, tapi Nabi Musa menjawabnya dengan sabar. Akhirnya mereka pun menyembelihnya. Hal diabadikan dalam Al-Qur’an قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا لَوْنُهَا ۚ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَا ذَلُولٌ تُثِيرُ الْأَرْضَ وَلَا تَسْقِي الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لَا شِيَةَ فِيهَا ۚ قَالُوا الْآنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ ۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا يَفْعَلُونَ Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Dia Musa menjawab, “Dia Allah berfirman, bahwa sapi itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandangnya.” Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang sapi betina itu. Karena sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami, dan jika Allah menghendaki, niscaya kami mendapat petunjuk.” Dia Musa menjawab “Dia Allah berfirman, sapi itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak [pula] untuk mengairi tanaman, sehat, dan tanpa belang.” Mereka berkata, “Sekarang barulah engkau menerangkan hal yang sebenarnya.” Lalu mereka menyembelihnya, dan nyaris mereka tidak melaksanakan perintah itu. QS. Al-Baqarah 69-71 Hari ini, tidak sedikit orang yang mengaku muslim mempertanyakan Islam bukan untuk mencari ilmu atau memperbagus kualitas diri, tapi bertanya untuk memperberat diri dan memunculkan kegaduhan, yang dengannya menganulir ketetapan-ketetapan agama. Mengapa warisan lebih banyak kaum laki-laki? Kenapa Islam membolehkan poligami? Mengapa ada jihad dalam Islam? Mengapa memperebutkan Al-Aqsha? Dan seterusnya. Namun, tidak semua pertanyaan itu tercela. Al-Qur’an sendiri menceritakan banyak pertanyaan dari manusia tentang hal-hal baik dan bermanfaat seperti – Yas’alunaka anil anfaal mereka bertanya kepadamu tentang harta rampasan perang – Yas’alunaka anir ruuh mereka bertanya kepadamu tentang ruh – Yas’alunaka anil mahidh mereka bertanya kepadamu tentang haid – Yas’alunaka anil ahillah mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit – Yas’alunaka anis saa’ah mereka bertanya kepadamu tentang kiamat Oleh karena itu, Syeikh Ismail Al Anshari rahimahullah mengatakan “Para ulama telah membagi pertanyaan menjadi dua jenis. Pertama, pertanyaan untuk mengetahui hal yang dibutuhkan berupa urusan agama. Ini justru diperintahkan karena Allah Ta’ala berfirman Bertanyalah kepada ahludz dzikr jika kalian tidak mengetahui, dan pada jenis inilah turunnya pertanyaan para sahabat tentang Al-Anfal [rampasan perang], Kalaalah, dan selain keduanya. Kedua, pertanyaan dengan kepentingan untuk menyakiti dan memberatkan, dan inilah yang dilarang.” At Tuhfah Ar Rabbaniyah, Syarah Hadits Arbain No. 9. Allah ﷻ menegaskan larangan bertanya yang menyulitkan diri sendiri يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan kepada Nabimu hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu.” QS. Al Maidah 101 Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan “Dan jika kalian tanyakan penjelasannya setelah turunnya perintah niscaya akan dijelaskan kepada kalian. Dan janganlah kalian menanyakan tentang sesuatu sebelum terjadinya, karena barangkali hal itu menjadi haram lantaran adanya pertanyaan itu. Baca Juga Dahsyatya Gempa yang Menimpa Umat Nabi Syu’aib, Ini Sebabnya 3 Menyelisihi Para Nabi Alaihimussalam Yaitu meninggalkan ajaran Nabi dan mengambil ajaran lain selain ajaran para nabi, dalam konteks zaman kita tentu menyelisihi ajaran Nabi Muhammad ﷺ. Jika meninggalkan, menyelisihi, sudah cukup menjadi sebab kehancuran suatu umat. Apalagi memerangi ajaran para Nabi Alaihimussalam, seperti mendiskreditkan Islam, fobia kepada hal-hal beraroma Islam, dan memusuhi para ulama yang tulus serta para pejuangnya. Kita lihat lagi keterangan hadits dalam poin ke dua di atas كَانَ أَبُو هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَافْعَلُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ Abu Hurairah bercerita bahwa dia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda “Apa yang telah Aku larang untukmu maka jauhilah. Dan apa yang kuperintahkan kepadamu, maka kerjakanlah dengan sekuat tenaga kalian. Sesungguhnya umat sebelum kalian binasa karena mereka banyak bertanya, dan sering berselisih dengan para Nabi mereka.” HR. Muslim No. 1337 Imam Ibnu Allan rahimahullah mengatakan “Faedah dari hadits ini adalah haramnya berselisih dengan para Nabi dan banyak bertanya tanpa keperluan mendesak, karena hal itu dijanjikan dengan datangnya kebinasaan. Ancaman keras terhadap sesuatu menunjukkan haramnya hal tersebut bahkan dosa besar. Karena, berselisih itu menjadi sebab pecahnya hati dan lemahnya agama, dan hal itu haram. Maka apa pun yang menjadi sebab kepadanya dia haram juga. Dalilul Faalihin, 2/415 Apa yang tertera dalam hadits ini sejalan dengan firman Allah Ta’ala فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ “…Maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat fitnah atau ditimpa azab yang pedih. QS. An Nuur Ayat 63 Syahidul Islam, Syaikh Sayyid Quthb rahimahullah mengatakan maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan yaitu bala-bencana ditimpa azab yang pedih yaitu di akhirat. Abu Hayyan berkata, menyelisihi Rasulullah ﷺ menjadi sebab datangnya musibah bencana dan adzab yang pedih. Fi Zhilalil Quran, 5/402 Berlalu sudah sejarah manusia tentang binasanya kaum Nabi Nuh, kaum Nabi Luth, kaum Aad, kaum Tsamud, dan lainnya, yang menyelisihi ajaran Nabi mereka, lalu Allah Ta’ala binasakan mereka. Kejayaan mereka hilang sekejap, dan saat ini kita bisa melihat kebenaran peristiwa kehancuran mereka melalui fosil-fosil mereka baik gedung, tiang, dan mayit mereka yang membatu. Semoga Allah Ta’ala meyanyangi kita dan menjauhkan kita dari bala bencana. Baca Juga Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom yang Ditenggelamkan di Laut Mati. Wallahu Ta’ala A’lam. */sumber Oleh Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied al-Hilali Nubuwat al-Qur’an Tentang Kebinasaan Bangsa Yahudi Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah… Berbesar hatilah, karena Allah Azza wa Jalla berfirman وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا فَإِذَا جَاء وَعْدُ أُولاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُوْلِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُواْ خِلاَلَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولاً ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاء وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوؤُواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْاْ تَتْبِيرًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا “Dan Telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi Ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi kejahatan pertama dari kedua kejahatan itu, kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi kejahatan yang kedua, Kami datangkan orang-orang lain untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmatNya kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada kedurhakaan niscaya kami kembali mengazabmu dan kami jadikan Neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” QS al-Israa’ 174-8 Pertama Ayat ini menegaskan terjadinya dua kerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil. Sekiranya dua kerusakan yang dimaksud sudah terjadi pada masa lampau, maka sejarah telah mencatat bahwa Bani Israil telah berbuat kerusakan berkali-kali, bukan hanya dua kali saja. Akan tetapi yang dimaksudkan di dalam Al-Qur’an ini merupakan puncak kerusakan yang mereka lakukan. Oleh karena itulah Allah mengirim kepada mereka hamba-hamba-Nya yang akan menimpakan azab yang sangat pedih kepada mereka. Kedua Dalam sejarah tidak disebutkan kemenangan kembali Bani Israil atas orang-orang yang menguasai mereka terdahulu. Sedangkan ayat di atas menjelaskan bahwa Bani Israil akan mendapatkan giliran mengalahkan musuh-musuh yang telah menimpakan azab saat mereka berbuat kerusakan yang pertama. Allah mengatakan “Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali.” Ketiga Sekiranya yang dimaksudkan dengan dua kerusakan itu adalah sesuatu yang telah terjadi, tentulah tidak akan diberitakan dengan lafazh idza, sebab lafazh tersebut mengandung makna zharfiyah keterangan waktu dan syarthiyah syarat untuk masa mendatang, bukan masa yang telah lalu. Sekiranya kedua kerusakan itu terjadi di masa lampau, tentulah lafazh yang digunakan adalah lamma bukan idza. Juga katalatufsidunna Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan, huruf laam dan nuun berfungsi sebagai ta’kidpenegasan pada masa mendatang. Keempat Demikian pula firman Allah “dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana” menunjukkan sesuatu yang terjadi pada masa mendatang. Sebab tidaklah disebut janji kecuali untuk sesuatu yang belum terlaksana. Kelima Para penguasa dan bangsa-bangsa yang menaklukan Bani Israil dahulu adalah orang-orang kafir dan penyembah berhala. Namun bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatakan dalam ayat di atas “Kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar”. Sifat tersebut mengisyaratkan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang beriman, bukan orang-orang musyrik atau penyembah berhala. Pernyertaan kata “Kami” dalam kalimat di atas sebagai bentuk tasyrif penghormatan. Sementara kehormatan dan kemuliaan itu hanyalah milik orang-orang yang beriman. Keenam Dalam aksi pengrusakan kedua yang dilakukan oleh Bani Israil terdapat aksi penghancuran bangunan-bangunan yang menjulang tinggi gedung pencakar langit. Sejarah tidak menyebutkan bahwa pada zaman dahulu Bani Israil memiliki bangunan-bangunan tersebut. Kesimpulan Hakikat dan analisa ayat-ayat di atas menegaskan bahwa dua aksi pengerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil akan terjadi setelah turunnya surat al-Israa’ di atas. Realita Sekarang ini bangsa Yahudi memiliki daulah di Baitul Maqdis. Mereka banyak berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka membunuhi kaum wanita, orang tua, anak-anak yang tidak mampu apa-apa dan tidak dapat melarikan diri. Mereka membakar tempat isra’ Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam dan merobek-robek kitabullah. Mereka melakukan kejahatan di mana-mana hingga mencapai puncaknya. Mereka menyebarkan kenistaan, kemaksiatan, kehinaan, pertumpahan darah, pelecehan kehormatan kaum muslimin, penyiksaan dan pelanggaran perjanjian. Jadi, aksi pengerusakan yang kedua sedang berlangsung sekarang dan telah mencapai titik klimaks dan telah mencapai puncaknya. Sebab tidak ada lagi aksi pengerusakan yang lebih keji daripada yang berlangsung sekarang. Adakah aksi yang lebih keji daripada membakar rumah Allah? Adakah aksi pengerusakan yang lebih jahat daripada merobek-robek kitabullah dan menginjak-injaknya? Adakah aksi pengerusakan yang lebih sadis daripada membunuhi anak-anak, orang tua dan kaum wanita serta mematahkan tulang mereka dengan bebatuan? Adakah aksi pengerusakan yang lebih besar daripada pernyataan perang secara terang-terangan siang dan malam melawan Islam dan para juru dakwahnya? Sungguh demi Allah, itu semua merupakan aksi pengerusakan yang tiada tara!!! Lalu Allah Azza wa Jalla melanjutkan firman-Nya “dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”. Artinya, hamba-hamba Allah kelak akan meruntuhkan apa saja yang dibangun dan dikuasai oleh bangsa Yahudi. Mereka akan menggoyang benteng Yahudi dan meluluhlantakkan serta meratakannya dengan tanah. Sebelumnya, tidak pernah disaksikan bangunan-bangunan menjulang tinggi di tanah Palestina kecuali pada masa kekuasaan Zionis sekarang ini. Gedung-gedung pencakar langit dan rumah-rumah pemukiman dibangun di setiap jengkal tanah Palestina yang diberkahi. Kami katakan kepada mereka Dirikanlah terus wahai anak keturunan Zionis, tinggikan bangunan sesukamu! Sesungguhnya kehancuran kalian di situ dengan izin Allah. Dan tak lama lagi kalian akan luluhlantak dan tertimpa bangunan kalian itu! Dan Allah takkan memungkiri janjinya “dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana”. Penguasaan Masjidil Aqsha tidak disebutkan pada kali yang pertama dan disebutkan pada kali yang kedua. Sebab penguasaan Masjidil Aqsha oleh kaum muslimin akan berakhir. Kalaulah belum berakhir berarti penguasaan yang kedua merupakan lanjutan dari yang pertama. Akan tetapi berhubung penguasaan Masjidil Aqsha yang pertama akan berakhir, maka penguasaan untuk yang kedua kalinya merupakan peristiwa baru. Dan itulah realita yang terjadi! Penguasaan pertama telah berakhir sesudah bangsa Yahudi menguasai al-Quds serta beberapa wilayah tanah Palestina lainnya dalam satu serangan yang sangat sporadis pada tahun 1967, orang-orang menyebutnya tahun kekalahan. Sebelumnya pada tahun 1948 mereka sebut dengan tahun kemalangan. Penguasaan yang pertama berakhir disebutkan karena adanya faktor penghalang yang menghalangi kaum muslimin untuk menguasainya. Penghalang itu merupakan musuh bagi Islam dan kaum muslimin. Dan cukuplah Yahudi sebagai musuh bebuyutan yang sangat menentang Islam, kaum muslimin dan para pembela Islam. Maka kita harus membebaskan tanah kita yang dirampas dan membuat perhitungan dengan mereka serta menyalakan api kebencian terhadap mereka!!! Sudah tergambar pada wajah mereka tanda-tanda kemalangan dan kehinaan. Kaum muslimin akan kembali menguasai Masjidil Aqsha –insya Allah- sebagaimana kaum salafus shalih menguasainya pertama kali. Sebab kehancuran kedua yang telah dijanjikan oleh Allah dalam firman-Nya “dan apabila datang saat hukuman bagi kejahatan yang kedua, Kami datangkan orang-orang lain untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama”. Kita sedang menanti peristiwa itu sebagai kebenaran janji Allah dan kebenaran berita-berita RasulullahShallallahu alaihi wa Salam. Pada hari itu kaum muslimin bergembira dengan pertolongan dari Allah Azza wa Jalla.[2] Nubuwat as-Sunnah ash-Shahihah tentang Kebinasaan Bangsa Yahudi Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam telah mengabarkan bahwa kaum muslimin akan berperang melawan bangsa Yahudi, beliau Shallallahu alaihi wa Salam bersabda “Tidak akan tiba hari kiamat sehingga kaum muslimin berperang melawan Yahudi. Sampai-sampai apabila orang Yahudi bersembunyi di balik pepohonan atau bebatuan, maka pohon dan batu itu akan berseru, wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini orang Yahudi ada bersembunyi di balikku, kemarilah dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Ghorqod, karena ia adalah pohon Yahudi.” Muttafaq alaihi dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Diriwayatkan oleh Syaikhaini Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam bersabda “Kalian benar-benar akan membunuhi kaum Yahudi, sampai-sampai mereka bersembunyi di balik batu, maka batu itupun berkata, wahai hamba Allah, ini ada Yahudi di belakangku, bunuhlah dia!’.” Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa Pertama Akan datang masa sebelum datangnya hari kiamat bahwa kaum muslimin dan bangsa Yahudi akan mengalami peperangan besar dan ini adalah suatu hal yang pasti akan terjadi. Kedua Bangsa Yahudi akan dibantai oleh kaum muslimin, dan hal ini terjadinya di bumi Palestina, dan saat itu seluruh pepohonan dan bebatuan yang dijadikan tempat persembunyian bangsa Yahudi akan berseru memanggil kaum muslimin untuk membunuh mereka, kecuali pohon Ghorqod. Ketiga Hal ini menunjukkan bahwa kemenangan berada di tangan Islam dan kehinaan akan meliputi bangsa Yahudi yang terlaknat dan terkutuk. Keempat Berkaitan dengan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma di atas, dimana Nabi Shallallahu alaihi wa Salam bersabda “latuqootilunna” Kalian benar-benar akan membunuhi kaum Yahudi yang disertai dengan lam dan nun sebagai ta’kidpenegasan akan kepastian hal ini. Khithab seruan Nabi ini adalah kepada para sahabat, hal ini menunjukkan secara sharih bahwa masa depan adalah milik Islam saja –biidznillahi-, namun haruslah dengan metode para sahabat Nabi dan kaum salaf yang shalih. Kelima Berkaitan dengan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu di atas, dimana Nabi Shallallahu alaihi wa Salam bersabda tentang seruan batu dan pohon “Wahai muslim, wahai hamba Allah…” yang menunjukkan manhaj tarbawi pendidikan ishlahi pembenahan yang ditegakkan di atas manifestasi tauhid dan al-Ubudiyah penghambaan yang merupakan cara di dalam menegakkan syariat Islam di muka bumi dan melanggengkan kehidupan Islami berdasarkan manhaj nabawi.[3] Tha`ifah al-Manshurah adalah Pembebas Negeri Syam al-Muqoddasah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberkahi negeri Syam di dalam kitab-Nya al-Majid yang terpuji di dalam 5 ayat, sebagai berikut “Dan kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang kami Telah memberkahinya untuk sekalian manusia.” QS al-Anbiyaa’ 2171 “Dan telah kami tundukkan untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya, dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS al-Anbiyaa’ 2181 “Dan kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya, dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik sebagai janji untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka, dan kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.” QS al-A’raaf 7137 “Dan kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan kami tetapkan antara negeri-negeri itu jarak-jarak perjalanan, berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman.” QS Sabaa` 3418 “Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” QS al-Israa` 171 Seluruh ayat di atas menunjukkan akan keutamaan dan keberkahan negeri Syam, tidak diketahui adanya perselisihan para ulama tafsir tentangnya. Negeri Syam adalah negeri yang memiliki fadhilah keutamaan dibandingkan negeri-negeri lainnya. Di negeri inilah risalah-risalah kenabian banyak diturunkan, para rasul banyak diutus dan menjadi tempat hijrah para Nabi Allah. Di dalamnya terdapat kiblat pertama kaum muslimin, di-isra`kannya Nabi Shallallahu alaihi wa Salam. Di dalamnya Dajjal akan binasa di tangan al-Masih alaihi Salam, demikian pula Ya’juj dan Ma’juj serta bangsa Yahudi akan binasa. Namun negeri ini kini terampas dan terjajah, dirampas dan dijajah oleh bangsa terburuk di muka bumi ini. Namun penjajahan mereka atas bumi Palestina dan Syam adalah penggalian kuburan bagi mereka sendiri. Karena Nabi yang mulia telah memilih negeri ini sebagai bangkitnya ath-Tha`ifah al-Manshurah golongan yang mendapat pertolongan yang akan membinasakan bangsa Yahudi dan membebaskan negeri Syam dari kekuasaan mereka serta menegakkan Islam sebagai agama yang haq. Berikut ini adalah hadits-hadits yang menjelaskannya Pertama Hadits Imran bin Hushain radhiyallahu anhu “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku, yang berperang di atas kebenaran, yang menampakkan kebenaran terhadap orang-orang yang mencela mereka, hingga terbunuhnya orang yang terakhir dari mereka, yaitu al-Masih ad-Dajjal.” HR Abu Dawud 2484; Ahmad IV/329 dan IV/343; ad-Daulabi dalam al-Kuna II/8; al-Lalika`i dalam Syarh I’tiqod Ushulis Sunnah no. 169; dan al-Hakim IV/450; dari jalan Hammad bin Salamah, meriwayatkan dari Qotadah, dari Mutharif. Al-Hakim berkata “Shahih menurut syarat Muslim” dan Imam adz-Dzahabi menyepakatinya. Syaikh Salim berkata “Hadits ini sebagaimana yang dikatakan oleh al-Hakim”. Dan menyertai tabi’ riwayat ini adalah riwayat dari Abul Alaa` bin asy-Syakhir dari saudaranya Mutharif, dikeluarkan oleh Ahmad IV/434, dan Syaikh Salim berkomentar “isnadnya shahih menurut syarat imam yang enam.” Kedua Hadits Salamah bin Nufail radhiyallahu anhu “Saat ini akan tiba masa berperang, akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang menampakkan kebenaran di hadapan manusia, Allah mengangkat hati-hati suatu kaum, mereka akan memeranginya dan Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kepada mereka kemenangan, dan mereka tetap dalam keadaan demikian, ketahuilah bahwa pusat negeri kaum mukminin itu berada di Syam, dan ikatan tali itu tertambat di punuk kebaikan hingga datangnya hari kiamat.” HR Ahmad IV/104; an-Nasa`i VI/214-215; Ibnu Hibban 1617-Mawarid; al-Bazzar dalam Kasyful Astaar 1419; dari jalan al-Walid bin Abdurrahman al-Jarsyi dari Jabir bin Nufair. Syaikh Salim berkata “Dan isnad ini shahih menurut syarat Muslim.” Ketiga Hadits Qurrah radhiyallahu anhu “Apabila penduduk negeri Syam telah rusak, maka tidak ada lagi kebaikan bagi kalian. Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang mendapatkan pertolongan, tidaklah membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datangnya hari kiamat.” HR at-Tirmidzi 2192; Ahmad V/34; al-Lalika`i 172; Ibnu Hibban 61; al-Hakim di dalam Ma’rifatu Ulumul Hadits hal. 2; dari jalan Syu’bah bin Mu’awiyah bin Qurrah, dari ayahnya secara marfu’ Imam at-Tirmidzi berkata “hadits hasan shahih.” Syaikh Salim berkomentar “Hadits ini shahih menurut syarat Syaikhaini Bukhari dan Muslim.” Keempat Hadits Sa’ad bin Abi Waqqosh radhiyallahu anhu yang memiliki dua lafazh yang berbeda, yaitu Pertama Beliau berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang menampakkan diri di atas kebenaran, yang senantiasa perkasa hingga hari kiamat.” HR al-Lalika`i di dalam Syarh Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah 170. Kedua Beliau berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam “Akan senantiasa penduduk Maghrib barat menampakkan kebenaran hingga datangnya hari kiamat.” HR Muslim XIII/68-Nawawi; Abu Nu’aim di dalam al-Hilyah III/95-96; as-Sahmi di dalam Tarikh Jurjaan 467; dan selainnya dari jalan Abu Utsman al-Hindi Syaikh Salim berkomentar “Iya, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam telah menjelaskan negeri al-Firqah an-Najiyah dengan penjelasan yang terang yang tidak ada lagi keraguan padanya, dan beliau mengabarkan bahwa negeri itu adalah Syam yang diberkahi dan penuh kebaikan.” Dan penjelasan Syaikh Salim al-Hilali di sini ditopang oleh penjelasan berikut Hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh Umair dari Malik bin Yakhomir, Mu’adz berkata “Dan mereka ini ath-Tha`ifah al-Manshurah berada di Syam.” Dan ucapan ini dihukumi marfu’ karena tidaklah diucapkan dengan ra’yu pendapat dan ijtihad. Hadits Sa’ad di atas “Akan senantiasa penduduk Maghrib barat menampakkan kebenaran hingga datangnya hari kiamat.” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu menukil dalam kitabnya Manaqib asy-Syam wa Ahluhu hal. 72-77 ucapan Imam Ahmad bin Hanbal “Penduduk Maghrib, mereka adalah penduduk Syam. Syaikh Salim mengomentari “Saya sepakat dengan dua alasan Pertama adalah, bahwa seluruh hadits-hadits di atas menjelaskan bahwa mereka adalah penduduk Syam. Kedua, bahasa Nabi Shallallahu alaihi wa Salam dan penduduk Madinah tentang “penduduk Maghrib barat” maksudnya adalah penduduk Syam, karena mereka penduduk Maghrib berada di barat mereka Rasulullah dan para sahabatnya, sebagaimana bahasa mereka tentang “penduduk Masyriq timur” adalah penduduk Nejed dan Irak. Karena Maghrib barat dan Masyriq timur adalah perkara yang nisbi relatif. Seluruh negeri yang memiliki barat maka bisa jadi merupakan bagian timur bagi negeri lainnya dan sebaliknya. Dan yang menjadi pertimbangan di dalam ucapan Nabi Shallallahu alaihi wa Salam ini tentang barat dan timur adalah tempat beliau mengucapkan hadits ini, yaitu Madinah.” Kesimpulan Negeri Syam adalah negeri ath-Tha`ifah al-Manshurah yang akan menampakkan kebenaran, tidaklah akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi dan mencela mereka, mereka akan mendapatkan kemenangan dari Allah dan mereka tetap dalam keadaan demikian sampai datangnya hari kiamat. Ath-Tha’ifah al-Manshurah inilah yang akan memenangkan Islam dan membebaskan negeri Syam dari belenggu penjajahan bangsa Yahudi yang terlaknat, dan merekalah yang akan membinasakan bangsa Yahudi terlaknat ini. Catatan Kaki [1] Sengaja kami pilih kata Nubuwat daripada kata ramalan, karena kata nubuwat lebih sesuai dan pantas daripada penggunaan kata ramalan. Kata ramalan seringkali berasosiasi dengan klenik, khurafat, takhayul ataupun metafisika. Sedangkan nubuwat maka asosiasinya adalah dengan wahyu al-Qur’an atau as-Sunnah yang shahih. [2] Disarikan dari “Jama’ah-Jama’ah Islamiyah Ditimbang Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah” terj. Al-Jama’at al-Islamiyyah fi Dhou’il Kitaabi was Sunnah, karya Syaikh Salim bin Ied al-Hilaly, pent. Ust. Abu Ihsan al-Atsari, Pustaka Imam Bukhari, Jilid I, cet. I, Juni 2003, hal. 90-108. [3] Dipetik secara ringkas dan bebas dari artikel yang berjudul Haditsu Qitaali al-Yahuudi Riwaayatan *Disarikan dari artikel yang berjudul ath-Tha`ifah al-Manshurah wal Bilaad al-Muqoddasah, karya Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied al-Hilali, dalam Majalah al-Asholah, no. 30, th, V, hal. 17-21. Medan ANTARA News - Sedikitnya ada lima faktor penyebab kehancuran sebuah bangsa yang selama ini indikasinya banyak terjadi di Indonesia. Pengamat sosial politik, Drs. Ansari Yamamah, MA di Medan, Senin, mengatakan kelima faktor itu adalah punggawa pemerintahan menjadikan korupsi dan kolusi sebagai ajang pesta pora serta pengusaha hanya berkacamata kapitalisme. Selain itu cendekiawan, akademisi dan praktisi bertingkah seperti "anjing penjilat, pemuka agama juga terjebak pada bisikan materialisme dan kepentingan penguasa serta masyarakat awam yang sedang kesusahan tidak mau lagi berdoa. Menurut Ansari, ketika punggawa pemerintahan telah menjadikan korupsi dan kolusi sebagai ajang pestapora, maka peraturan tinggal semboyan belaka. Peraturan tidak lebih dari sekadar nyanyian merdu untuk meninabobokan masyarakat, katanya. Fenomena itu, tambah Ansari, semakin membuka peluang bagi pengusaha serakah untuk menerapkan sistem kapitalisme dalam bisnisnya. Para pengusaha serakah tersebut tidak khawatir lagi menjadi masyarakat awam yang menjadi buruh sebagai "sapi perah". Kondisi tersebut semakin diperparah dari banyaknya cendekiawan, akademisi dan praktisi bertingkah. Tidak jarang cendekiawan, akademisi dan praktisi tersebut berteriak lantang tentang kebenaran dan idealisme. Namun ketika para cendekiawan, akademisi dan praktisi itu diberi kesempatan berdampingan dengan punggawa pemerintahan, tingkah mereka terkadang "lebih bejat". Para cendekiawan, akademisi dan praktisi tersebut sering menjadi "stempel" dari ketidakbenaran punggawa pemerintahan, katanya. Lebih lanjut Ansari menambahkan, dalam kondisi yang "carut marut" itu harapan terakhir adalah kekonsisten pemuka agama untuk memberikan pencerahan. Namun jika pemuka agama juga telah terbius bisikan materialisme, maka keberadaannya juga tidak lebih dari stempel bagi ketidakbenaran punggawa pemerintahan. Masyarakat awam hanya bisa berdoa agar carut marut segera berakhir. "Jika masyarakat awam juga tidak mau berdoa, maka 'kiamat' sudah di depan mata bagi Indonesia, katanya. * COPYRIGHT © ANTARA 2008 The study of the characteristics of various kinds of energy in the universe has become the main source of human success, in achieving faith in Allah. One of them is scientific proof of the truth of the Koran against science that has been tested theoretically and empirically. This study aims to find a meeting point between the Koran and modern science regarding the interpretation of the cosmic verses regarding the origin and extinction of the universe. The information provided by the Al-Qur'an will remain secret, until the human mind can properly digest the information provided. Along with the passage of time and the development of science, Allah has gradually proven the truth of the Qur'anic information about the universe. The results of this study indicate that the Al-Quran has far preached the theory of the universe before modern science revealed it in a study. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free MAGHZA Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, IAIN Purwokerto Edisi Januari-Juni, Vol. 5, No. 1, 2020 DOI 17 Al-Qur’an dan Kosmologi Kronologis penciptaan dan kepunahan Alam Kosmos Theo Jaka Prakoso Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan - Lampung Email thejakaprakoso11 Abstrack The study of the characteristics of various kinds of energy in the universe has become the main source of human success, in achieving faith in Allah. One of them is scientific proof of the truth of the Koran against science that has been tested theoretically and empirically. This study aims to find a meeting point between the Koran and modern science regarding the interpretation of the cosmic verses regarding the origin and extinction of the universe. The information provided by the Al-Qur'an will remain secret, until the human mind can properly digest the information provided. Along with the passage of time and the development of science, Allah has gradually proven the truth of the Qur'anic information about the universe. The results of this study indicate that the Al-Quran has far preached the theory of the universe before modern science revealed it in a study. Keywords The Qur’an, the macro cosmos, origin, the extinction of the universe Abstrak Kajian tentang karakteristik berbagai macam energi di alam semesta telah menjadi sumber utama keberhasilan manusia, untuk mencapai keimanannya terhadap Allah. Salah satunya adalah pembuktian ilmiah tentang kebenaran Al-Quran terhadap ilmu pengetahuan yang telah teruji kuat secara teoritis dan empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mencari titik temu Al-Quran dengan sains modern tentang penafsiran terhadap ayat-ayat kosmos mengenai asal-usul dan kepunahan alam semesta. Informasi yang diberikan Al-Qur’an akan tetap menjadi rahasia, hingga akal manusia mampu mencerna dengan baik informasi yang diberikan. Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan ilmu pengetahuan, Allah secara bertahap membuktikan kebenaran informasi Al-Qur’an tentang alam semesta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Quran sudah jauh mengabarkan teori alam semesta sebelum sains modern mengungkapnya dalam sebuah penelitian. Keyword Al-Qur’an, Makro kosmos, asal-usul, kepunahan alam semesta. 18 A. PENDAHULUAN l-Qur’an meskipun bukanlah kitab ensiklopedia ilmiah yang menyajikan berbagai teori ilmu pengetahuan maupun penjelasan mengenai rahasia alam semesta. Namun secara garis besar isinya telah memformat fenomena-fenomena alam yang dapat ditelusuri dengan riset ilmiah dari beberapa sebab Beheshti, 2003, p. 18. Kompleksitas akan pembicaraan Al-Qur’an telah menjadikan kitab keagamaan ini menjadi prototype dari segala buku yang melambangkan pengetahuan Zar, 1997, p. 10. Pembuktian ilmiah terhadap Al-Qur’an dapat ditandai dengan perintah untuk berfikir dan merenungkan hal-ihwal penciptaan alam kosmos beserta penghancuran dan pengembaliannya ke bentuk semula secara sempurna, teliti dan mengagumkan. Penyajian Al-Qur’an sendiri berisikan dua hal pokok yakni 1 aspek al-nubuwwah yang mengandung ilmu pengetahuan tentang alam semesta yang bersifat objektif pada ayat-ayat mutasyābihat, sebagian besar ayat ini memuat pembicaraan yang bersifat ghaybiyyah, yaitu hal-hal yang belum diketahui oleh akal manusia karena belum mampu mencerna dengan baik informasi yang diberikan, pembenaran informasi yang disampaikan Al-Qur’an akan terbukti tatkala dilakukan analisis mendalam para ahli dalam mendapatkan makna terdalam yang tidak terjangkau oleh kebanyakan orang awam al-Sya’rawi, 2008, p. 5. 2 aspek risālah yang memuat prinsip-prinsip perilaku manusia yang bersifat subjektif pada ayat-ayat muhkamāt, pemberitaannya meliputi ibadah, muāmalah, akhlak, dan halal-haram dalam bentuk I’tibār pelajaran yang dapat di ambil Shihab, 1998, p. 433. Sumbangsih besar ditunjukkan para teolog Islam mengenai pemikiran alam kosmos, seperti; 1 teolog sunni al-Asy’ariahNasution, 1972, pp. 68–69 yang bercorak tradisional berpendapat bahwa alam kosmos diciptakan dari suatu ketiadaan, sesuai aturan sunnatullah hukum Alam, akan tetapi tidak qadīm tetapi mempunyai permulaan. 2 teolog Mu’tazilaAmin, 1965, p. 291 teolog Mu’tazila yang bercorak rasionalis berpandangan alam kosmos ini diciptakan dari sesuatu yang telah mempunyai wujud hanya saja belum mempunyai shurat seperti empiris atau mereka biasa disebut dengan al-māddat al-ūla. . Al-Asy’ariah adalah salah satu teologi Islam yang dibentuk oleh Abu Hasan al-Asy’ari 873-935 M, mantan teolog mu’tazila. Harun nasution berpendapat untuk menghindarkan bahaya bagi umat Islam dari pemikiran mendewakan akal, dibentuklah teologi baru oleh Abu Hasan al-Asy ari yang cocok dengan umumnya umat Islam. . Mu’tazila salah satu teologi Islam yang dibentuk oleh Washil Ibn Atha yang rasionals setelah terjadi perbedaan pendapat dengan gurunya Hasan al-Bashri yang tekstualis di Bashrah tentang hukum pelaku dosa besar. Aliran ini muncul didasarkan atas persoalan agama yang bercorak politik. 19 Berbeda halnya ditunjukkan para kosmolog abad ke-20 mereka bersandarkan pada hal yang empiris bukan hal yang bersifat spekulatif sebagaimana aliran pemikir Islam ketika itu. Para kosmolog barat menyatakan bahwa alam kosmos ada ada sejak dahulu qadīm tidak ada yang menciptakan dan tidak berubah keadaannya sampai waktu tak terhingga lamanya yang akan datang. Pada kesimpulan akhirnya mereka beranggapan alam kosmos ini bersifat abadi. Kendati demikian dunia empiris/ ilmu pengetahuan sains yang mereka maksud, selalu mengalami perubahan sesuai dengan teori yang muncul dan penemuan baru akan tingkat kecanggihan alat-alat atau sarana pada setiap zamannya Rahman, 1989, p. 58. Observatorium Mount Wilson di California pada tahun 1889- 1929 melakukan research terbaru dengan mengamati alam kosmos ini, saling menjauhi satu sama lain dengan kelajuan yang lebih cepat. Penemuan baru ini memberikan kejutan baru yang meruntuhkan teori steady state universe, yang beranggapan selama ini, alam kosmos diam di tempatnya. Para kosmolog barat maupun muslim semakin bertambah yakin bahwa alam kosmos ini ada yang menciptakan. Untuk itu perlunya menghimpun informasi dalam Al-Quran dari berbagai ayat yang saling melengkapi satu sama lainnya, yang tergelar dalam beberapa surat Al-Quran. Dengan itu manusia terdorong untuk merenungkan tentang bumi dan isinya. Ayat-ayat yang berbicara itu adalah sebagai berikut a. “Dan, langit Kami bangun dengan kekuasaan Kami dan kami benar-benar meluaskannya,” Adz-Dzariyat47 b. “Dan, apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan keduanya..” Al-Anbiya 30 c. “Kemudian, Dia menuju ke langit dan langit itu masih berupa asap”Fushshilat 11 d. “Ingatlah pada hari ketika langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Begitulah Kami akan mengulanginya lagi. Suatu janji yang pasti Kami tepati. Sungguh, kami akan melaksanakannya. al-anbiya 104 e. “yaitu pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit.” Ibrahim 48 20 B. KRONOLOGI THE BIG BANG THEORY Eksplorasi ilmiah dilakukan umat manusia dengan beragam cara dan tingkat kerumitan tertinggi, untuk menelisik, siapakah yang menciptakan alam semesta dan seisinya dengan keteraturan yang sempurna. Bahkan semakin umat manusia berusaha untuk tahu mengenai kosmologi alam semesta semakin timbul seribu pertanyaan yang menyelimuti kedangkalan manusia untuk berfikir. Hingga ilmu pengetahuan mencapai puncak keemasan dengan alat-alat yang canggih menggali informasi ilmiah dalam bidang kosmologi.Kosmologi adalah studi mengenai struktur benda-benda angkasa berskala besar dan evolusi alam semesta. Lihat Tjasyono, 2016, p. 44 Perlombaan ilmiah dan eksplorasi besar-besaran pada angkasa luar ini, dapat dikatakan sampai pada tingkatan perang. Usaha mereka untuk mengerti proses kelahiran jagat raya dilakukan salah satunya tim NASA yang dipimpin George Smoot pada tahun 1989, dengan meluncurkan satelit, melalui instrument sensitive yang disebut COBE Cosmic Background Emission Explorer. Penelitian itu mengungkapkan bahwa terdapat sisa-sisa ledakan besar alam semesta dalam bentuk rapat dan panas. Dari hasil penelitian itu, mereka berkesimpulan bahwa alam semesta berasal dari ledakan yang terkonsentrasi pada materi tunggal beberapa 1010 tahun lalu, yang secara terus menerus berekspansi menjauhi pusat ledakan. Dari sebuah ledakan dahsyat itu berkembang menjadi empat gaya yang dikenal pada masa sekarang, yakni gaya gravitasi, gaya elektromagnetik, gaya inti lemah, dan gaya inti kuat Sani, 2015, p. 171. Hingga kini teori ilmiah yang menjelaskan awal mula terbentuknya alam semesta disebut dengan The Big Bang Theory.Ramadhani, 2017, p. 26 Namun hal ini banyak menggugah ilmuwan muslim pula untuk menelaah kembali research yang dilakukan mereka, dengan mendalami ayat-ayat Al-Qur’an yang telah lebih dahulu memiliki pemikiran-pemikiran tentang langit. Tidak hanya itu kalangan orientalis pun dibuat kagum dengan penyampaian Al-Qur’an 1400 abad silam telah menguraikan alam semesta ini dengan begitu indah dan sederhana. Sehingga acapkali mereka melakukan terobosan baru dalam mengurai alam semesta, kita selaku umat muslim semakin bertambah yakin bahwa Dia yang menciptakan alam semesta ini adalah Dia yang menurunkan Al-Quran. Dunia Islam sangat banyak memberikan sumbangsihnya terhadap perkembangan Astronomi pada masa kejayaan Islam abad 8 sampai dengan 15 M. Banyak manuskrip yang ditulis para astronom muslim mencapai lebih yang tersebar di dunia berdasarkan pada Al-Quran dan Hadits. lihat dalam Bucaile, 2001, p. 179 . Gaya gravitasi adalah gaya yang bertanggungjawab untuk melambatkan pengembangan alam semesta. 21 Menurut perhitungan saat ini yang dilakukan para astronom dan ahli fisika, alam semesta sudah ada selama triliunan waktu. Sekitar 15 miliar tahun lampau, massanya luar biasa besar dan berwujud bola yang luar biasa panas dengan ukuran kurang dari seperseribu 1/1000 sentimeter Al-Hajj, 2017, p. 331. Perhitungan usia alam semesta ini berawal dari satu titik temu yang disebut dengan telur kosmos yang memiliki ukuran tidak lebih besar dari sebuah noktah dengan intensitas energy sangat tinggi. Pada bagian dalam telur tersebut telah terkumpul beberapa material yang menyatu pada atom primordial, seperti energi gas yang rapas dan panas yang membuatnya menjadi kritis. Hingga pada waktunya telur kosmos tersebut meledak dan menghamburkan segala macam materinya ke segala arah, menjadi debu kosmis atau gumpalan awan gas panas yang mendingin membentuk bintang, maka bintang tersebut akan bertahan stabil untuk waktu yang lama. Debu kosmis inilah menciptakan suatu pusaran mengumpulkan sejumlah materi dan energy di sekeliling pusat gravitasi pusaran dan terciptalah bumi dan benda-benda angkasa yang lain Thayyarah, 2014, pp. 334–335. Ibarat sebuah tabung berisi gas uap air bertekanan tinggi. Ketika tutup dibuka, terjadilah proses pelontaran gas dan berproses menjadi materi fluida cair . Karena tekanan yang luar biasa dari suhu tinggi menghasilkan sebuah ledakan besar dalam tempo singkat ada proses inflasi, yakni proses ekspansi jagat raya dengan kecepatan yang luar biasa. Dalam waktu sepersepuluh nanodetik, empat gaya tersebut terpisah dalam proses inflasi ini. Ketika usia jagat raya masih 10 mikrodetik partikel elementer seperti proton dan neutron terbentuk dari elementer dari yang lebih elementer, yaitu quarks yang memenuhi jagat raya ketika itu. Selanjutnya, jagat raya melewati masa gelap, foton cahaya melemah seiring mengembangnya ruang dan waktu jagat raya. Proses berikutnya adalah pembentukan materi, dimana materi-materi tersebut kemudian membentuk bintang dan cahaya bintang pertama, yang diperkirakan terjadi tahun pasca Big Bang Kemenag RI dengan LIPI, 2016a, p. 4. The big bang theory sebagai teori modern yang menjelaskan asal mula kosmos, mendapat dukungan Prof Abbul hamid, wakil peneropong bintang kerajaan mesir dahulu, menjelaskan Bumi dan semua planet di angkasa, bermula dari dekatnya sebuah bintang besar kepada matahari pada masa yang silam. Lalu, dari permukaannya . Paradoknya adalah semakin banyak bahan bakar yang dipunyai suatu bintang, semakin cepat bintang ini kehabisan bahan bakar. Hal ini dikarenakan semakin besar bintang tersebut semakin banyak panas yang dibutuhkan untuk mengimbangi tarikan gravitasi. . Namun kita pun tidak dapat memperkirakan dimanakah titik itu yang dapat dianggap sebagai pusat ledakan. Dengan kata lain ledakan besar alam semesta tidak seperti bom yang meledak dari satu titik ke segenap penjuru. Lebih tepatnya material alam semesta menyebar ke segala arah dan mengembang tiba-tiba secara serentak. Ketika itu mulailah terbentuknya materi, ruang dan waktu sampai sekarang. 22 tertarik timbunan kabut yang tidak lama kemudian terpisah dari matahari dalam bentuk anak panah yang kedua tepinya berhias dan tengahnya dalam. Kemudian timbunan kabut ini menebal di angkasa yang dingin hingga menjadi timbunan-timbunan terpisah yang kemudian menjadi bumi kita dan terus mengalami evolusi akibat daya tarik matahari. Cahaya planet-planet itu padam, karena timbunan kabut relative sangat kecil untuk dapat mempertahankan sifat asalnya yang dimiliki sebelum bercerai dengan matahari, yaitu pemancaran cahaya al-Maraghi, 1989, hlm. 39. Jauh sebelum manusia berteori tentang terciptanya alam semesta. Al-Qur’an yang turun di padang pasir Arabia tahun yang lalu, menjadi pelopor teori ini dan memberikan fondasi yang kokoh bagi teori Big bang sebagai suatu fakta yang telah dahulu dijelaskan Al-Qur’an. Berikut ini deskripsikan dalam surah Al-Anbiya ayat ke-30 Kemenag RI dengan LIPI, 2016b, pp. 22–23 yang menyatakan sebagai berikut   Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman Al-Anbiya, ayat 30 Ayat al-Quran yang datang dengan redaksi pertanyaan berisi celaan terhadap orang-orang kafir, musyrik dan atheis ini mengingatkan mereka tentang kebesaran kekuasaan Allah swt yang tampak dalam ciptaan-Nya. Kata ratqan pada ayat ini berbentuk maṣdar dari lafal rataqa yang berarti menyatukan atau menggabungkan, Sedangkan kata ar-ratqa memiliki makna “Perempuan yang memiliki bibir kemaluan yang rapat”. Kata ini digunakan untuk menyebut dua zat yang berbeda yang bercampur menjadi satu padu. Dalam terjemahan Bahasa Indonesia kalimat “Kami pisahkan” berarti terbelah dan terpecah dari struktur ratkun, kemudian Allah swt memerintahkan agar benda primitive ini terbelah yang disebut dalam Al-Qur’an fase al-fatq El-Naggar, 2010, p. 250. Dengan bantuan ilmu pengetahuan dan sains modern menjelaskan bahwa alam semesta meliputi langit dan bumi, unsur-unsurnya yang beraneka ragam para penghuninya, serta fenomena-fenomena di dalamnya. Berkesesuaian antara Al-Qur’an dengan sains mengungkap tabir lahirnya alam kosmos. Kekuasaan tuhan, ilmu, dan kebijaksanaan-Nya tak terbatas, mampu menciptakan alam kosmos ini, melenyapkannya, lalu mengembalikannya ke bentuknya yang semula Thayyarah, 2014, p. 328. Singkatnya menurut ayat ini, langit dan bumi pada awalnya adalah sesuatu yang padu dan menyatu. Kemudian Allah swt. memisahkan keduanya sehingga terbentuklah 23 alam semesta seperti yang ada saat ini. Beberapa ulama membuat penafsiran tentang rataqa pada Surat Al-Anbiya ayat 30, dikatakan 1 Ibnu Mundzir mengatakan dalam Lisānul Arāb kata ratqun diterjemahkan sebagai menyambung sebuah sobekan kemudian menambalnya. Dalam ayat diatas secara bahasa antonimnya adalah dari kata fatqun yaitu pemisahan antara dua hal yang melebur atau dapat berarti pula ledakan dan persebaran 2 Imam Ar-Razi menukil pendapat Al-Hasan, Qatadah, Sa’id bin Zubair, dan salah satu riwayat Ikrimah dari Ibnu Abbas, dengan memaknai kata ar-ratqu dan al-fatqu yaitu langit dan bumi tadinya satu kesatuan tunggal lalu Allah memisahkan keduanya dan mengangkat langit ke tempatnya sekarang dan merendahkan bumi seperti kedudukannya saat ini.” Pendapat ini mengisyaratkan bahwa penciptaan bumi mendahului penciptaan langit. Karena setelah memisahkan keduanya, Allah membiarkan bumi pada tempatnya kemudian meninggikan bagian-bagian langit. Ka’ab mengatakan, “Allah menciptakan antara keduanya sebuah angin lalu memisahkan mereka karena itu Al-Hajj, 2017, p. 326.” 3 Pendapat Abu Saleh dan Mujahid bahwa ayat itu maknanya “Langit ditinggikan kemudian dijadikan tujuh dan begitu pula bumi yang keduanya dipisahkan melalui penciptaan angin.” 4 Pendapat Ibnu Abbas dan mayoritas ulama tafsir bahwa “Langit dan bumi dulunya adalah kesatuan yang padu, homogen, dan solid, selanjutnya Allah membelah langit dengan hujan sedangkan Bumi dengan tumbuh-tumbuhan dan pepohonan.” Maka, sebagaimana dipahami dari ayat tersebut, bahwa langit dan bumi awalnya bersenyawa atau bersatu, kemudian terpisah atas perintah perintah ilahi “kun fa yakūn”yang menyederhanakan tentang Maha besarnya kekuasaan Allah swt, dalam kehendak-Nya menetapkan semuanya terjadi dengan mudah. Namun bukan berarti sesuatu itu . Beliau bernama Imam Abu Abdillah Muhammad bin Umar ar Rāzī yang mempunyai laqob atau gelar sebagai ”Fakhruddin”. Fakhruddin ar-Rāzī adalah seorang ulama yang mempelajari ilmu-ilmu naqliyah dan ilmu-ilmu rasional, beliau juga sangat menguasai ilmu Logika, Filsafat, dan ilmu Kalam. . Lafal “Kun” dalam Alquran yang ditujukan dalam konteks penciptaan alam , secara umum disebutkan sebanyak 6 kali yaitu, Al-baqarah117, Al-Imran 47, Al-an’am73, An-Nahl40, Mu’min68 dan Yasin 82. Di dalam pertentangan penafsiran mengenai “Kun fa yakun” ada yang mengatakan bahwa perlu tahapan proses sesuai hukum alam namun ada pula mengatakan ketiadaan proses. Dalam hipotesis penulis pada ayat-ayat yang berkaitan mengenai penciptaan langit dan bumi secara keseluruhan haruslah mengikuti sunatullah, Namun ketika membicarakan makhluk-makhlukNya cukup “jadilah” maka dengan serta merta terwujudlah makhluk itu. Karena dimaklumi menciptakan dan mengatur alam raya makrokosmos ini jauh lebih rumit daripada menciptakan manusia yang hanya disebut mikrokosmos. 24 terjadi seketika itu juga melainkan melalui tahapan proses yang memerlukan waktu sesuai hukum alam yaitu ketentuan-ketentuan Allah atas sunatullah Kemenag Agama RI, 2012, p. 183. Ketelitian akan redaksi Al-Qur’an menggambarkan kondisi alam sewaktu masih berbentuk materi pertama, sebelum terjadi ledakan besar disebut dalam dunia ilmiah dan astronomi sebagai the big bang theory yang menyatakan bahwa dahulu sebelum ada langit dan bumi, alam ini merupakan suatu gumpalan yang padu, kemudian meledak dan terpisah membentuk planet dan bintang-bintang. Lalu ledakan besar ini menghasilkan selaput tipis asap yang menjadi cikap bakal penciptaan langit dan bumi dengan segala isinya. C. SINGULARITAS PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI Dr. Maurice Bucaile seorang ahli medis Perancis mengatakan, sains memberi tahu kepada kita bahwa pembentukan langit dan bumi dalam prosesnya mula-mula berupa asap samawi, yang telah melalui kondensasi nebula kelompok gas, kemudian gas tersebut pecah. Keduanya diciptakan dari sebuah singularitas, yaitu sesuatu yang padu yang muncul dari suatu ketiadaan, sehingga membentuk benda-benda langit di sekitarnya seperti bintang-bintang dan galaksi Galaksi didefinisikan sebagai sekumpulan bintang yang terdapat dalam alam semesta. Bumi tempat tinggal manusia hanyalah sebuah benda kecil di alam semesta yang disebut planet bergerak mengelilingi matahari. Galaksi ini selalu meluas dan di persempit geraknya oleh tarikan gaya gravitasi. Lihat Jazmi, 2013, p. 59 yang semua itu berawal dari bola api energy yang tersisa dari big bang sekitar tahun setelah ledakan besar alam semesta. Pasca ledakan bola api energi big bang, para ilmuwan berkesimpulan bahwa sebelum galaksi di alam semesta terbentuk dengan kepadatan tinggi, terdapat materi gas besar dalam bentuk gumpalan awan yang berputar seperti bola yang saling terjadi gaya tarik menarik antar partikel material kabut dan secara perlahan terbentuk piringan rotasi dengan bagian pusat rotasi yang lebih padat membentuk. gumpalan materi padat yang merupakan bahan dasar pembentuk planet planetesimal Sani, 2015, p. 177. Singkatnya materi gas besar berbentuk awan ini telah ada sebelum galaksi terbentuk. Fakta ilmiah ini di dukung filsuf terbaik Jerman yakni Immanuel Kant Pada tahun 1755 yang mengatakan “Sistem tata surya seperti matahari, planet-planet, bulan ,komet-komet, dan sisanya terbentuk dari atom-atom yang menyatu membentuk nebula yaitu sebuah massa yang besar seperti awan debu gas di ruang angkasa” Ramadhani, 2017, p. 28 Stephen Hawking memprediksikan umur sebagian besar planet-planet yang berevolusi tak lebih dari 3 miliar tahun. Termasuk umur planet Bumi dari waktu paro zat radioaktif yang ditemukan di Bumi berkisar bumi tercipta 4,5 billion miliar tahun yang lalu Hawking, 2016, p. 18. Pada tahap awal pembentukkannya, bumi ini dihujani 25 material benda langit dari angkasa luar, seperti komet dan objek-objek sebesar asteroid. Energi yang dilepaskan dari tabrakan ini diperkirakan cukup untuk menimbulkan panas yang mampu menguapkan lautan yang baru terbentuk serta membunuh semua makhluk hidup yang mulai muncul di daratan Tjasyono, 2016, p. 32. Pengungkapan fakta ini hanya dapat dipahami oleh otak manusia setelah memperoleh pengetahuan dari perkembangan ilmiah dengan perhitungan paling rumit dari ilmu matematika, fisika, dan astronomi, maka Al-Quran menyatakannya dengan bahasa ringan, yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah suatu bisikan kalbu intuisi yang mudah dicerna oleh pikiran manusia. Sebagaimana informasi yang diberikan Al-Qur’an, mengenai bumi yang tergantung di ruang alam semesta. Bumi ini berputar di sekeliling sumbunya, sehingga malam datang dari barat ke timur, menyelubungi bumi dan atmosfernya, dan menutupi apa yang diterangi pada siang hari inilah yang membuat kita kagum akan penjelasan Al-Qur’an mengenai bumi. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya An-Nazi’at, ayat 30 Kata daḥaha selain bermaksud hamparan juga bermakna telur burung kasuari. Sebagaiman bentuk telur burung kasuari menyerupai bentuk bumi yang membujur tidak bundar sama sekali. Demikianlah penerangan bentuk bumi yang sebenarnya, walaupun ketika Al-Quran diturunkan manusia masih beranggapan bahwa bumi itu berbentuk mendatar Jazmi, 2013, p. 63. Penyelidikan ilmiah terakhir dilakukan terhadap bentuk bumi membuktikan bahwa garis tengah yang menghubungkan kedua kutubnya dengan perlahan berkurang tapi ajeg. Hal ini dikarenakan bentuknya yang berubah dari bunder menjadi bentuk lonjong elips Dalam Ar-Radu ayat 41, bahwa Ayat ini menunjukkan pada kenyataan, bahwa semenjak diciptakan bumi ini terkikis pada ujung-ujung sumbunya. Lihat dalam El-Fandy, 1991, p. 83. Singularitas atas terciptanya langit dan bumi, para ilmuwan menjelaskan semua proses penciptaan kosmos berawal dari materi gas besar dalam bentuk gumpalan awan sehingga membentuk planet dan seisinya. Ketelitian ini memiliki kemiripan redaksi sebagaimanan Al-Quran menggambarkannya pada surah Fushilat ayat 11.   Kemudian, Dia menuju ke langit dan langit itu masih berupa asap dukhan, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu berdua menurut perintah;Ku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya menjawab, “Kami datang dengan patuh.” Fushshilat 11 26 Ibnu Rusyd menafsirkan ayat ini mengandung arti bahwa langit dijadikan tuhan dari sesuatu yaitu uap atau air. Jadi alam, dalam arti unsur asalnya, bersifat kekal dari zaman lampau yaitu qadim Nasution, 2015, p. 64 Ahmad Baiquni dalam bukunya Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman, menerjemahkan kata “dukhān” dengan kata “embun” bukan asap sebagaimana banyak dikenal selama ini. Sebab menurutnya asap terdiri dari partikel halus serta kondensasi uap disekitarnya; baik partikel maupun uap yang terdiri atas molekul-molekul yang tidak mungkin ada pada saat itu, karena suhu alam pada waktu itu sangat tinggi. Pada prosesnya pengembunan berlangsung sebagai akibat dari pendinginan yang cepat; perubahan fase terjadi dan energy berubah menjadi materi. Hal ini dapat diumpamakan seperti pengembunan uap air menjadi awan, keluarlah panas yang menaikkan kembali temperature alam semesta, dan inflasi menjadi terhenti, sehingga ia berekspansi seperti sebelumnya. Pada saat itu, jagat raya membengkak volumenya dari sebuah “titik” menjadi sebesar “jeruk bali” Baiquni, 1997, pp. 231–232. Sekali lagi Al-Qur’an melukiskan surah Fushilat ayat 11 “…Allah swt memerintahkan pada kumpulan asap dan awan panas untuk datang, yang dalam hal ini datang kemudian berkeliling atau berputar”. Proses datangnya kabut panas tersebut mengelilingi suatu pusat dianalogikan dengan datangnya jamaah haji untuk mengelilingi Ka’bah yang dipanggil oleh Allah.     yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, Dialah Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah tentang Allah kepada orang yang lebih mengetahui Muhammad. al-Furqān59 Bentuk singularitas penciptaan langit dan bumi, yang di uraikan menunjukkan keterpaduan. Bahwa penciptaan selama enam masa meliputi langit dan bumi isinya, tidak dipahami sebagai rentang waktu penciptaan, bukan hari yang dipahami manusia saat ini. Dengan demikian yang dimaksud dengan hari pada ayat ini adalah masa sebelum tercipta langit dan bumi. Namun ada juga ayat yang menerangkan tentang penciptaan langit saja berlangsung selama dua masa dan penciptaan bumi dan isinya selama empat masa. Sehingga bila disatukan, maka akan dapat kesimpulan bahwa penciptaan langit, bumi dan isinya adalah enam masa Kemenag RI dengan LIPI, 2016b, p. 3. Lebih lanjut lagi Maurice Burcaile menuliskan, bahwa penciptaan langit mengalami dua masa, yaitu terjadinya pemadatan asap kosmis dan berpecah menjadi benda-benda di angkasa hal ini sesuai dengan firman allah swt 27              Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat dengan bumi, Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan Kami ciptakan itu untuk memelihara. Demikianlah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. Fuṣṣilat 12 Terminologi sab’ansamāwāt yang diterjemahkan tujuh pula yang menafsirkan tujuh planet yang mengitari matahari beserta lapisan-lapisan tempat beredarnya benda-benda langit. Langit pertama merupakan tempat beredarnya bulan; langit kedua terdapat A’tharid, Merkurius’; langit ketiga terdapat Uhra, Venus’. langit keempat ada matahari; langit kelima ada Arikh, Mars’; langit keenam ada Usytari, Yupiter’. Langit ketujuh terdapat Juhal, Saturnus’. Sedangkan Imam ath-Thabari lebih memilih jalan tengah dengan penuh kehati-hatian menerangkan ayat-ayat ilmiah itu. Dalam penjelasan lain pada ayat ke 12 surat Fushilat, Allah memberitahu kita bahwa Dia menjadikan tujuh langit dalam dua masa. Dalam Al-Quran, kata langit banyak merujuk pada langit di atas bumi. Dari ayat-ayat di atas terlihat bahwa atmosfer Asal istilah Atmosfer berasal dari kata atmos yang artinya gas dan sfera yang artinya lapisan. Jadi secara sederhana atmosfer dapat diartikan sebagai lapisan gas yang menyelimuti planet bumi sampai ketinggian 300 km dengan ketebalan km dari permukaan bumi. Lihat dalam Supriyanti, 2014, p. 5 bumi terdiri dari 7 lapisan yang tersusun berlapis-lapis saling tumpuk. Setiap lapisan memiliki sifat fisik berbeda seperti tekanan dan jenis gas. Dari setiap lapisan memiliki fungsi masing-masing demi keberlangsungan semua makhluk hidup lainnya di bumi, seperti membentuk hujan hingga mencegah sinar berbahaya dari memantulkan gelombang radio hingga menolak efek berbahaya meteor masuk ke bumi. Sesuai dengan ayat Al-Quran di atas, ilmu pengetahuan modern mengungkap 7 lapisan tersebut adalah” Troposfer merupakan lapisan terbawah, dari permukaan bumi sampai ketebalan 12 km, Stratosfer lapisan ini berada pada ketinggian antara 15-55 km. pada lapisan ini terdapat gas ozon yang berfungsi menyerap radiasi sinar ultraviolet yang sampai ke bumi sudah jauh berkurang. Ozonosfer merupakan bagian dari lapisan Stratosfer yang berfungsi menyerap sinar ultraungu matahari, Mesosfer lapisan ini memiliki ketinggian 55-80 km. pada lapisan ini semakin ke atas suhu udara semakin .Kata sab’an tujuh tidak hanya mengandung arti angka. Bisa juga angka ini menunjukkan tujuh planet yang pada masa lampau yang diduga hanya ketujuhnya yang mengitari matahari. . Al-Quran menjelaskan bahwa langit ada "tujuh." Penjelasan ini diulanginya sebanyak tujuh kali pula, yakni dalam ayat-ayat Al-Baqarah ayat 29, Al-Isra' ayat 44, Al-Mu'minun ayat 86 Fushshilat ayat 12, Al-Thalaq ayat 12, Al-Mulk ayat 3, dan Nuh ayat 15. Selain itu, penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam tujuh ayat. lapisan ini berada pada ketinggian 80-800 km. pada lapisan yang paling dalam termosfer disebut termopause yang mencapai suhu lebih dari 500 Celsius, Ionosfer merupakan lapisan proses ionisasi atom-atom udara oleh sinar x dan sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh sinar matahari, Eksosfer merupakan lapisan terluar bumi pada ketinggian km. pada lapisan ini udara semakin tinggi dan gravitasi juga semakin kecil pengaruhnya. Setelah lapisan ini terdapat ruang hampa udara. Lapisan ini sering disebut pula dengan ruang antar planet. Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat kehancuran meteor dari angkasa luar Supriyanti, 2014, p. 24. D. KRONOLOGI THE EXPANDING UNIVERSE Penelitian ilmiah berdasarkan kalkulasi ahli fisika dan astrofisika pada abad ke-20, memberikan deskripsi baru bahwa alam semesta yang kita tinggali selalu menambah ukurannya atau selalu meluas dengan dibuktikannya galaksi-galaksi kian menjauh dengan kecepatan yang hampir mendekati kecepatan cahaya kurang lebih km perdetik. Ukuran alam semesta ini tiada seorang pun yang tahu dan tidak dapat dibayangkan betapa luas dan besarnya selama ini El-Naggar, 2010, p. 16. Alam kosmos/semesta meliputi segala yang ada mulai dari partikel terkecil, yang lebih kecil dari atom sampai kumpulan bintang yang terdapat dalam alam semesta. Termasuk Bumi yang di tinggali manusia merupakan bagian dari galaksi Bima Sakti milk way Galaxy disebut demikian karena gugusannya mirip seperti jalan yang terisi susu. Selama beribu-ribu tahun orang hanya menyakini alam semsta yang kita tinggali bersifat statis atau tetap pada posisinya. Hingga revolusi intelektual, dilakukan Edwin P. Hubble dalam observasinya melakukan pengamatan terhadap spectrum bintang di galaksi yang lain yang diberi nama Cygni 6140, melalui teleskop modern menemukan bahwa galaksi Bima Sakti, bukanlah satu-satunya galaksi yang ada melainkan satu galaksi dari beberapa ratus ribu juta galaksi. Kita hidup dalam sebuah galaksi yang luasnya sekitar seratus ribu tahun-cahaya dan berotasi perlahan-lahan. Penelitian yang dilakukan Edwin P. Hubble berdasarkan hukum fisika, mengamati bahwa jarak bintang-bintang dari bumi dengan sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung berwarna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung berwarna merah. Gambar di bawah ini memperlihatkan 2 photo kembar cygni 61 berselang 32 tahun pengamatan. . Lapisan termosfer sangat bermanfaat untuk memantulkan gelombang radio, sehingga sangat bermanfaat bagi dunia komunikasi yang ada di bumi. 29 Pengamatan ini memberikan penjelasan bahwa cahaya bintang-bintang itu telah tereduksi, dimana ukuran pergeseran merah galaksi red-shifted oleh efek Doppler dilakukan tidak acak, namun berbanding langsung terhadap jarak galaksi dari kita. Dengan kata lain, 2 bintang kembar Cygni 61 tersebut bergeser saling menjauh dan bergerak menjauhi Bumi. Semakin jauh letak galaksi dari bumi, semakin cepak gerak tersebut sehingga ada yang memiliki kecepatan seratus ribu kilometer per detik lebih kurang sama dengan sepertiga kecepatan cahaya. Analogi sederhana bisa kita amati dari sebuah mobil melintas di jalan. Saat mobil tersebut mendekat, suara mesin akan lebih keras, ini berkaitan dengan frekuensi gelombang bunyi yang semakin tinggi dan ketika mobil melewati kita dan bergerak menjauh, suara mesinnya akan melemah. Perilaku cahaya atau gelombang cahaya adalah sama seperti suara. Hal ini membuktikan adanya pemuaian alam semesta secara konstan Susanto, 2012, p. 39. Akhirnya jarak antara galaksi-galaksi yang berbeda bertambah atau terus membesar seiring berjalannya waktu. Analogi ini diperkuat dengan pernyataan Prof. Quraisy Shihab, dengan mengumpakan langit yang kita lihat dewasa ini, sebenarnya semakin tinggi dan semakin mengembang dengan kecepatan yang luar biasa, seperti balon atau gelembung karet yang sedang di tiup ke segala arah Shihab, 2013, p. 177. Pernyataan ini senada dengan teori relativitas umum yang dikemukakan Albert Eintein pada tahun 1915, bahwa alam semesta terus mengembang dan setiap galaksi saling menjauh yang bermula keadaan galaksi saling berdekatan. Pengembangan alam kosmos ini terjadi karena pengaruhi gaya gravitasi yang berkontraksi memperlambat pengembangan alam semesta. Namun, jika alam semesta mengembang dengan kelajuan yang lebih besar, gaya gravitasi tidak akan pernah cukup kuat untuk menghentikannya, dan alam semesta akan terus mengembang. Analogi serupa juga dipaparkan, Stephen Hawking dengan memberikan satu contoh dengan perumpamaan sebuah roket naik dari permukaan Bumi. Jika roket mempunyai kecepatan yang cukup rendah, gravitasi akan menghentikan roket dan roket akan mulai jatuh kembali ke permukaan bumi. Sebaliknya, jika roket mempunyai kecepatan yang lebih besar dari kecepatan kritis, yaitu sekitar 7 mil/ sekon. Gravitasi tidak akan cukup kuat untuk menariknya kembali, sehingga roket akan naik terus Hawking, 2016, p. 21. Sehingga pembuktian secara ilmiah ini mematahkan pula 30 pendapat yang mengatakan alam semesta tidak mempunyai sebuah awal dan akhir Al-Hajj, 2017, p. 337. Pemuaian alam semesta telah di isyaratkan Al-Qur’an yang diturunkan sekitar 610 Masehi atau tahun yang lalu. Meskipun fakta di atas baru ditemukan pada abad ke-20;  Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan Kami, dan Kami benar-benar meluaskannya. Al-Ẓāriyāt 47 Perhatikan bentuk isim fā’il dengan makna maṣdar pada kata lamūsi’ūn kami benar-benar meluaskannya. pada ayat diatas kata tersebut menunjukkan makna perluasan alam secara continue sejak awal diciptakan hingga pada suatu saat nanti sesuai kehendak Allah. Sebagaimana penjelasan ilmu pengetahuan, ayat Al-Quran juga menyatakan terjadinya pengembangan alam semesta. Hal ini di dukung dari hasil pengamatan secara empiris Juoro, 2011, p. 24. Pernyataan Ibnu Rusyddi dalam kitab Tahāfut At-Tahāfut karya Ibnu Rusyd, beliau sudah menyadari mengembangnya alam semesta adalah sesuatu yang mungkin terjadi yaitu penambahan atau pengurangan ukuran, hal itu akan terjadi dengan peningkatan tanpa batas Al-Hajj, 2017, p. 334. Informasi ilahiyah ini merupakan satu bukti mukjizat bahwa pemberitaan ini muncul bukan dari lisan Nabi Muhammad, melainkan kalamullah yang mulia E. KRONOLOGI THE BIG CRUNCH DI MASA DEPAN Kepunahan alam semesta masih menjadi pertanyaan mysterius bagi ilmuwan barat pada abad ke-19. H. Bondi dan Fred hoyle dari Universitas Cambridge pada tahun 1948 memperkenalkan steady state theory mengatakan bahwa alam kosmos ini tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir, akan tetapi terlihat tetap serta akan terus ada selamanya. Bahkan hipotesis George Politzer dalam bukunya “principes fondamen taux de philosohie” mengatakan alam kosmos bukanlah sesuatu yang diciptakan namun seketika ada dari ketiadaan Susanto, 2012, pp. 35–36. Alam kosmos akan datang silih berganti berbentuk atom-atom hidrogen dalam ruang angkasa, membentuk galaksi baru untuk mengganti galaksi lama yang bergerak menjauhi kita dalam ekspansinya Tjasyono, 2016, p. 45. Setidaknya teori ini bertahan cukup lama. Sebelum ilmuan Islam mendapati penjelasan Al-Quran tidak demikian, . Ibnu Rusyd adalah seorang filosof besar muslim sunni terakhir abad ke-12 M, sebagaimana diketahui, Tahafut at Tahafut adalah respon, kritik balik dan sanggahan Ibnu Rusyd atas Tahafut al-Falasifah karya Imam Ghazali yang menyerang dan menggempur doktrin-doktrin para filosof dizamannya. 31 menolak keberadaan sang pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir. Penelitian berlanjut, dilakukan ahli fisika ternama, Boltzmann berasumsi perubahan suhu secara continue pada setiap benda dari panas ke dingin, dan tidak sebaliknya, mengindikasikan alam semesta tidak abadi selama ada panas. Sebab, suhu panas tidak mungkin ada dengan sendirinya terbentuk dari suhu dingin. Dan andai kata alam ini abadi, niscaya alam ini dingin, tidak ada panas yang dapat kita temukan. Pada saat itu, tidak akan ada yang namanya proses kimiawi atau alami. inilah yang menandai berakhirnya alam kosmos, sehingga tidak menutup kemungkinan alam semesta akan tutup usia. Dalam dunia Islam lebih dikenal dengan fenomena hari kiamat, yakni peristiwa berakhirnya usia alam semesta dengan peledakan dalam suhu yang amat tinggi dan teori kejadian ini diberi nama Big Crunch. Sa’id Hawwa menandaskan, tidak abadi alam menjadi salah satu bukti bahwa alam semesta ada yang menciptakan, bahwa allah ada Hawwa, 2008, pp. 29–31. Demikianlah, secara tanpa disengaja, teori-teori ilmu pengetahuan sesuai dengan informasi Al-Qur’an, hingga sampai pada kesimpulan bahwa alam semesta tidak kekal abadi dan mempunyai permulaan. Setiap sesuatu yang berawal pasti pada suatu ketika nanti akan menuju akhir yang telah ditentukan. Bagaimanapun sunatullah atau hukum alam pun akan berlaku. Kehancuran kosmos, ibaratkan sebuah roda berputar dengan perlahan dan secara bertahap akan semakin cepat, hingga akhirnya mencapai kecepatan yang sangat tinggi. Kehancuran pada bumi dan lenyapnya langit akan digantikan dengan langit dan bumi lainnya pada saat datangnya yang dikatakan hari kiamat. Informasi ini diberitakan surat Ibrahim 14 48. Yaitu pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit dan mereka manusia berkumpul di padang Mahsyar menghadap Allah Yang Maha Esa, Maha perkasa. Kehancuran dan kerusakan di Bumi yang diakibatkan oleh ulah manusia akan berdampak pada kehancuran alam keseluruhannya. Hal ini dapat terjadi seperti efek domino, yaitu rusaknya sesuatu telah menyebabkan rusaknya hal-hal lain yang ada disekitarnya. Inilah yang akan terjadi di alam semesta. Hancurnya lingkungan hidup akan menyebabkan hancurnya alam semesta secara menyeluruh dan inilah isyarat kecil dari kiamat Fauzi, 2005, p. 1. Tidak terkendalinya nafsu manusia untuk mengambil keuntungan pribadi dari pengelolaan alam, ternyata berdampak pada kehancuran alam itu sendiri. Proses kehancuran bumi dan alam semesta banyak di informasikan dalam al-quran. Di antaranya terdapat dalam surah al-Zalzalah1-2 –– 32 Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya. Al-Zalzalah 1-2 Ayat pertama dari surah az-Zalzalah mengisyaratkan kehancuran bumi yang diawali dengan terjadimya guncangan keras. Guncangan tersebut merupakan peristiwa besar, karena terjadi secara menyeluruh di seantero bumi. Sedangkan ayat kedua dari surat az-Zalzalah mengisyaratkan bahwa goncangan yang terjadi pada bumi ini adalah sedemikian kuatnya, sehingga hal itu mengakibatkan keluarnya segala macam isi bumi. Semua benda, baik yang berupa lahar, bahan mineral, dan lainnya yang ada di dalam bumi akan keluar. Akibat lain dari peristiwa ini adalah menjadi ratanya permukaan bumi dengan hancurnya segala sesuatu yang ada di atasnya. Peristiwa ini juga disebut dalam surat lain.  – –dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong. Al-Insyiqāq 3-4 Berakhirnya alam kosmos ini, seperti yang terkait pada surah al-Qariah ayat 1 sampai 5, memiliki penjelasan serupa dengan teori big rip. Menyatakan bahwa gaya anti gravitasi yang terus mengalami percepatan secara eksponensial yang mengalahkan gaya gravitasi. Akan menjadikan gunung-gunung berhamburan layaknya bulu-bulu. Bahkan manusia juga beterbangan karena tidak ada lagi gaya gravitasi. Gaya yang bekerja pada saat itu adalag gaya anti gravitasi yang mengkoyak benda-benda termasuk manusia. Inilah awal kehancuran kosmos, yang ditunjukkan Al-Qur’an diawali dengan hancurnya gunung-ganung yang menjadi pondasi bumi, disertai kehancuran langit, galaksi, bintang-bintang dan bumi ini. Fenomena ini tergambar dalam surah Al-Qari’ah ayat 1 sampai 5, sebagai fenomena kiamat. F. C. SIMPULAN Penelahaan sunnatullah telah diisyaratkan Al-Qur’an dalam perintah-Nya “iqra bismi rabbik” dalam arti mencakup segala sesuatu yang dapat mengantarkan mereka pada dataran keimanan akan keesaan dan ke-Mahakuasa-an Allah swt. meminjam bahasa Komaruddin Hidayat, untuk memahami bahasa Al-Qur’an diperlukan mengkaji secara mendalam terkait fakta ayat hingga tembus dan menangkap apa yang tersirat Suryanegara, 2000, p. 12. Sehingga pada kesimpulan ini penulis memaparkan kesimpulan sebagai berikut 1. The Big Bang Theory sebagai asal-usul penciptaan alam semesta memiliki kesinambungan dengan informasi yang diberikan Al-Qur’an bahwa alam kosmos ini tercipta dari ledakan besar yang terjadi pasca alam semesta terbentuk. Ini menandakan bahwa Al-Qur’an selalu relevan dengan kebenaran ilmiah. Meskipun 33 kebenaran ilmiah itu belum diketahui manusia beraabad-abad lamanya, akibat minimnya pengetahuan mereka tentang alam Hawwa, 2008, p. 66. 2. Singularitas terciptanya samawa wa ar’d, memiliki penjelasan teratur antara Sains dan Al-Quran dan sains. Teori yang dipaparkan ilmu pengetahuan memiliki korelasi dan saling menguatkan, untuk mencapai pada tahapan keimanan haqiqi akan kandungan Al-Qur’an yang tidak dapat diragukan kebenarannya. 3. Terkait deskripsi alam kosmos yang selalu meluas dan menambah ukurannya saat ini hingga waktu yang ditentukan. Menunjukkan persamaan informasi antara sains dan Al-Qur’an bahwa semua yang yang terdapat di alam kosmos ini semakin menjauh dari galaksi kita Bima sakti. Teori ini dikenal para ilmuwan dengan The Expanding Universe.. 4. The Big Crunch atau pemusnahan alam semesta, akan terjadi secara perlahan dan bertahap, hingga akhirnya mencapai suatu intensitas tinggi kepunahan secara merata. Penjelasan teori ini sudah lebih awal dijelaskan Al-Qur’an pada ayat-ayat yang tergelar pada beberapa surah. G. DAFTAR PUSTAKA Al-Hajj, Y. 2017. Al-Ijaz al-ilmi fi al-ara’h wa al-falak, terj. Mukjizat Ilmiah di bumi dan luar angkasa. Aqwam. al-Sya’rawi, S. M. M. 2008. Tafsir Surah Al-Fatihah, Terj. Intisari al-Quran,. Nahdhah Publisher. Amin, A. 1965. Fair Islam. Maktabat al- Nahdhat al-Mishriyyat. Baiquni. 1997. Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman,. Dana Bhakti Prima Yasa. Beheshti, M. H. 2003. God In the Qur’an; A Metaphysical study, diterj. Metafisika Al-Qur’an Menangkap Intisari Tauhid. Arasy Mizan. Bucaile, M. 2001. La Bible Le Coran Et La Science, Terj. Rasjidi, Bible Quran dan Sains Modern Rasjidi, Trans.. PT Bulan Bintang. El-Fandy, M. J. 1991. Al-Quran tentang Alam semesta. Bumi Aksara. El-Naggar, Z. 2010. Mukhtarat min Tafsir Al-ayat Al-Kauniyah fi Al-Qur’an Al-Karim, Terj. Selekta dari tafsir ayat-ayat kosmos dalam al-quran al-karim. International Bookshop. 34 Fauzi, I. 2005. Fenomena Kiamat. AMZAH. Hawking, S. 2016. Teori segala sesuatu. Pustaka Pelajar. Hawwa, S. 2008. Allah Jalla Jalaluhu, Terj. Yodi Indrayadi, Makrifatullah Izinkan aku mengenal-Mu ya allah. Aula Pustaka. Jazmi, K. azmi. 2013. Sains asas, fisik, kimia dan geografi dalam perspektif Al-Qur’an. UTM Press. Juoro, U. 2011. Kebenaran Al-Qur’an dalam Sains Persandingan Wahyu dan Teori Fisika tentang Alam Semesta. PT. Pustaka Cidesindo. Kemenag Agama RI. 2012. Al-Quran dan tafsirnya edisi yang disempurnakan. Kemenag Agama. Kemenag RI dengan LIPI. 2016a. Gunung dalam perspektif al-quran dan sains. Lajnah Pentashihan Al Qur’an. Kemenag RI dengan LIPI. 2016b. Tafsir ilmi penciptaan jagat raya dalam perspektif al-quran dan Sains. Lajnah Pentashihan Al Qur’an. Nasution, H. 1972. Teologi islam. Yayasan Universitas Indonesia. Nasution, H. 2015. Islam di tinjau dari berbagai aspek, Jilid II. Universitas Indonesia. Rahman, F. 1989. Quranic science, terj. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. Bina Aksara. Ramadhani. 2017. Al-Quran Vs Sains Modern menurut Dr, Zakir Naik,. Sketsa. Sani, R. A. 2015. Sains berbasis Al-Qur’an. Bumi Aksara. Shihab, M. Q. 1998. Wawasan al-Qur’an Tafsir Maudhu’I atas berbagai Persoalan Umat. Mizan. Shihab, M. Q. 2013. Mukjizat Al-Qur’an ditinjau dari aspek kebahasaan, isyarat ilmiah, dan pemberitaan gaib. PT Mizan Pustaka. Supriyanti, W. 2014. Kupas tuntas Atmosfer dan Hidrosfer menurut al-quran. PT. Gramedia Widiasarana. Suryanegara, A. M. 2000. Al-Qur’an dan kelautan sejarah maritime yang terlupakan. Swarna Bhumy. 35 Susanto, A. 2012. Islam itu sangat ilmiah. Najah. Thayyarah, N. 2014. Buku Pintar Sains dalam Al-quran Mengerti mukjizat ilmiah firman allah. Zaman. Tjasyono, B. 2016. Ilmu Kebumian dan Antariksa. PT Remaja Rosdakarya. Zar, S. 1997. Konsep penciptaan Alam dalam pemikiran Islam, Sains dan Al-Qur’an. PT Raja Grafindo Persada. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this al-ilmi fi al-ara'h wa al-falak, terj. Mukjizat Ilmiah di bumi dan luar angkasaY Al-HajjAl-Hajj, Y. 2017. Al-Ijaz al-ilmi fi al-ara'h wa al-falak, terj. Mukjizat Ilmiah di bumi dan luar angkasa. dan Ilmu Pengetahuan KealamanBaiquniBaiquni. 1997. Al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman,. Dana Bhakti Prima In the Qur'an; A Metaphysical study, diterj. Metafisika Al-Qur'an Menangkap Intisari TauhidM H BeheshtiBeheshti, M. H. 2003. God In the Qur'an; A Metaphysical study, diterj. Metafisika Al-Qur'an Menangkap Intisari Tauhid. Arasy tentang Alam semestaM J El-FandyEl-Fandy, M. J. 1991. Al-Quran tentang Alam semesta. Bumi min Tafsir Al-ayat Al-Kauniyah fi Al-Qur'an Al-Karim, Terj. Selekta dari tafsir ayat-ayat kosmos dalam al-quran al-karimZ El-NaggarEl-Naggar, Z. 2010. Mukhtarat min Tafsir Al-ayat Al-Kauniyah fi Al-Qur'an Al-Karim, Terj. Selekta dari tafsir ayat-ayat kosmos dalam al-quran al-karim. International FauziFauzi, I. 2005. Fenomena Kiamat. segala sesuatu. Pustaka PelajarS HawkingHawking, S. 2016. Teori segala sesuatu. Pustaka Jalla Jalaluhu, Terj. Yodi Indrayadi, Makrifatullah Izinkan aku mengenal-Mu ya allahS HawwaHawwa, S. 2008. Allah Jalla Jalaluhu, Terj. Yodi Indrayadi, Makrifatullah Izinkan aku mengenal-Mu ya allah. Aula asas, fisik, kimia dan geografi dalam perspektif Al-Qur'anK JazmiJazmi, K. azmi. 2013. Sains asas, fisik, kimia dan geografi dalam perspektif Al-Qur'an. UTM Al-Qur'an dalam Sains Persandingan Wahyu dan Teori Fisika tentang Alam SemestaU JuoroJuoro, U. 2011. Kebenaran Al-Qur'an dalam Sains Persandingan Wahyu dan Teori Fisika tentang Alam Semesta. PT. Pustaka Cidesindo.

kehancuran indonesia menurut alquran